Langsung ke konten utama

[Movie Review] - FRIEND ZONE : Terjebak di Zona Teman (Rasa Pacar)








Judul Film: FRIEND ZONE 

Tahun Rilis: 2019

Pemeran   : Baifern Pimchanok Luevisadpaibul  & Nine Naphat Siangsomboon.



   Dasarnya ‘Friend Zone’ yang berasal dari negeri Gajah Putih Thailand ini adalah jenis film dengan kisah klasik pada umumnya yang juga sudah banyak digunakan, dipasarkan serta ditonton oleh banyak pemirsa, hanya saja disajikan dengan plot twist yang berbeda walaupun maksud dan tujuannya tetap sama. Konsepnya hampir serupa dengan ‘Love Forecast’ dan ‘Teman Tapi Menikah’, beruntungnya tidak separah ‘500 Days of Summer’ dan ‘You Are The Apple of My Eye’. Friend Zone sendiri mengusung genre komedi romantis khas negeri Thailand, penuh dengan unsur komedi, sedikit unsur romantisnya namun masih mengena saat ditonton.

Sudah lama jatuh hati dengan sosok Baifern sejak kemunculannya di ‘A Crazy Little Thing Called Love’ dan mulai berdebar-debar dengan sosok Nine Naphat sejak dia ambil bagian di ‘A Gift’. Kali ini mereka berdua dipasangkan menjadi pemeran utama dengan kisah konflik yang sudah umum “Bisakah perempuan dan laki-laki murni bersahabat?"

Gink (Baifern) dan Palm (Nine Naphat) sudah bersahabat sejak masih duduk di bangku sekolah, 10 tahun jika ditotal masa mereka menjadi sahabat. Awal film dimulai dengan Gink bersama dengan Palm nekat melakukan investigasi dengan menyelidiki Ayah Gink yang dicurigainya tengah selingkuh. Setelah mengikuti sang Ayah dari Bangkok hingga terbang ke Chiangmai, Gink harus mendapati hasil yang pahit, Ayahnya memang menduakan Ibunya.

        Melewati semua masa bersama, membuat Gink dan Palm sadar bahwa sebenarnya memang ada rasa cinta di antara mereka berdua, namun zona nyaman membuat mereka bertahan karena tidak ingin kehilangan satu sama lain. Palm seorang Pramugara dengan wajah yang rupawan, perempuan mana yang tidak terpesona sekalipun Ia dikenal sebagai playboy. Sementara Gink, dia bekerja di sebuah produksi rekaman  bersama dengan kekasih barunya, Ted.


  Bermula dari Ted yang memberikan kado pada Gink tanpa ada satupun hari spesial yang terjadi saat itu, mulailah Gink berprasangka bahwa sang pacar tengah menebus rasa bersalah padanya. Bersama dengan Palm ia berkeliling hampir di seluruh negara Asia Tenggara demi memata-matai sang kekasih. Semua itu berakhir di Hongkong manakala semua yang Gink takut untuk bayangkan terjadi, sang kekasih selingkuh darinya dan mengakui semua itu saat mereka berdua berada di Myanmar untuk melanjutkan sesi rekaman.

Semuanya termasuk hubungan antara Gink dan Palm berubah ketika mereka liburan bersama di Krabi, Thailand. Nyaris saja berbuat ‘nekat’, namun kejadian tersebut membuat mereka jujur satu sama lain tentang perasaannya. Tetapi bukannya memutuskan hubungan dengan Ted yang sudah jujur telah menyakitinya, Gink malah memberikan Ted kesempatan lagi dan hanya memberikan harapan belaka kepada Palm.





Aku memberikan Ted 1 kesempatan lagi – Gink

Brengsek ya Kamu – Palm

          




     
   Wajar saja Palm sampai memaki, kurang apalagi dirinya yang rela terbang dari Myanmar menuju Kuala Lumpur demi menemui Gink yang mengeluh perutnya mual dan belum datang bulan. Belum lagi Ia yang kerepotan saat Gink bergelantungan  sambil menangis di papan jalan karena Ted selingkuh.   
     Hubungan persahabatan mereka jelas saja sudah rusak. Palm menikmati hidupnya bersama dengan kekasih baru namun masih membandingkannya dengan Gink. Hal yang sama kurang lebih juga terjadi pada Gink, raganya nyaman bersama Ted tetapi jiwanya melayang bahagia dengan kenangan Palm.


            Apakah berakhir begitu saja?  tidak. Friend Zone memiliki satu plot twist yang tertebak, namun masih manis untuk dilihat.


      Secara keseluruhan, Friend Zone adalah jenis film yang masih berada di zona nyaman tidak begitu ‘Wah’ namun masih di atas bagus. Walaupun di beberapa scene endorse ada yang tampak memaksa namun harus terlihat natural. Adapun yang terlihat sangat bagus dari Friend Zone adalah cara film ini berjalan, saat sang tokoh menceritakan begitu saja tahun per tahun yang ia lalui selama terjebak di zona teman rasa pacar.

            Dari Friend Zone kita tahu, bisa saja perempuan dan laki-laki bersahabat selama mereka sanggup bertahan di zona nyamannya karena sekali menerobos mana mungkin bisa kembali lagi.



Aku punya 1 pertanyaan dan tidak akan tanya lagi – Gink

Apa? – Palm

Kalau kita gak bisa sahabatan, apa bisa kita menikah saja? – Gink





terima kasih


 ps: all picture was taken from Google Picture

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[CERPEN] -- Rain Fall

Rain Fall a short story by Fujama. Based on Paul Kim's song, Rain. Happy reading. Malam itu ramai seperti biasa, langit Seoul yang gelap dengan warna-warni lampu kota. sebulan yang lalu adaAku dan satu orang, hanya berdua, tapi rasanya Aku seperti sedang bersama dengan seluruh warga kota Seoul. Saat ini Aku ada bersama dengan banyak orang di sekitarku, tapi rasanya Aku seperti sedang sendiri, menghirup udara, memabukkan diri sendiri, dengan harapan melupakan rasa sakit. The rain comes and goes As if to tell a sad story When the rain finally stops Would it my turn to cry Faktanya Aku memang sendirian, di kedai minum langgananku, ah tidak Aku tidak sendirian, dua botol soju sudah menemaniku sebelumnya. Biasanya Aku akan berjalan lalu berhenti dan duduk di satu tempat sambil menunggu seseorang yang sudah mengenal kebiasaanku saat mabuk. Bertingkah menggemaskan dan menganggap orang yang kukenal sebagai orang lain. Rain milik Paul Kim sudah selesai dan berganti de...

Our Unwritten Seoul, Drama Ter-Healing se-2025

Setiap orang hidup dengan luka dan trauma masing-masing. Orangtua, saudara bahkan diri kita sendiri, terkadang masih menyangkal bahwa hidup berjalan baik-baik saja, padahal bagaimana kita menghadapi dan menjalani kehidupan yang seolah baik-baik saja ini malah menunjukkan, bahwa ada beberapa hal yang harus dan perlu dikomunikasikan. Our Unwritten Seoul adalah project drama kesekian milik Park Bo Young sebagai pemeran utama. Mengisahkan tentang sepasang saudara kembar identik, Yu Mi Rae dan Yu Mi Ji. Selayaknya saudara kandung, mereka memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang. Mi Ji adalah sosok ceria sedangkan Mi Rae memiliki sosok dingin dan dikenal dengan kepintarannya. Drama ini sepenuhnya berfokus dengan kisah Mi Ji selama menggantikan Mi Rae yang bekerja di Seoul. Sayangnya saya malah sangat menyukai dan merasa sangat relate dengan tokoh Mi Rae. Entah karena dia anak sulung atau kehidupannya yang memang terasa sangat nyata bagi saya. Ada masa di mana kita ingin melu...

MOVIE REVIEW "Fantastic Beast : The Crimes Of Grindelwald"

Fantastic Beast : “The Crimes Of Grindelwald” (Tidak Untuk ‘Muggle/No Maj’) Movie Tittle           : Fantastic Beast: “The Crimes Of Grindelwald” Realease Date         : November 16th, 2018 Cast                         : Eddie Redmayne, Katherine Waterson, Dan Fogler, Alison Sudol, Jude Law, Johnny Depp, etc. Expecto Patronum.... Wingardium Leviousa... Accio... Alohomora... Confundus... Avada Kadavra... Deretan mantra sihir di atas adalah deretan mantra yang sering muncul di film Harry Potter setelah resmi usai sejak 2011 lalu. Namun beberapa mantra di atas belakangan sering muncul di spin off film Harry Potter yakni Fantastic Beast. Sejak sukses dengan film pertama yang bertajuk Fantastic Beast : Where To Find Them, kali ini film tersebut kembali muncul sejak akhir perilisan film pertama pada 2016 lalu. Fantastic Beast : T...